Penggunaan obat anti ADHD (attention deficit–hyperactivity disorder) diduga menimbulkan efek samping berupa gangguan kardiovaskuler, namun penelitian besar di Amerika utara menunjukkan hasil sebaliknya. Hasil penelitian di Amerika utara menunjukkan bahwa kejadian gangguan kardiovaskuler pada pengguna obat ADHD tidak lebih tinggi jika dibanding bukan pengguna. Penelitian kohort prospektif pada 1,200,438 anak, remaja dan dewasa muda, berumur antara 2-24 tahun, dengan pengguna aktif obat antiADHD dalam pengamatan sebanyak 373,667 person-years menunjukkan bahwa penggunaan obat antiADHD tidak meningkatkan risiko untuk gangguan kardiovaskuler. Gangguan kardiovaskuler yang diamati yaitu sudden cardiac death, acute myocardial infarction, and stroke.
Pengguna aktif obat anti ADHD (Current users of ADHD drugs) tidak mengalami kenaikan risiko kejadian gangguan kardiovaskuler berat seperti yang dipradugakan dengan nilai adjusted hazard ratio, 0.75 pada konfidens interval 95% [CI], sebesar 0.31 to 1.85. Berita ini tentu saja merupakan kabar gembira bagi orang tua atau praktisi klinik yang senantiasa merawat anak-anak dengan gangguan hiperaktivitas yang biasanya sangat tergantung dengan obat-obat ini. Siapa lagi yang akan menjadi pahlawan kesehatan dengan hasil penemuan riset terbarunya yang meringankan saudara-saudara kita yang diuji dengan sakit?
Comments are closed